Fungsi dan Makna Gebogan


sumber:https://media1.picsearch.com/is?XHicS4KRCVyFlYLl0wEy2e4APvjW8gsYRhLEsWQzF7A&height=218
Makna Gebogan / Pajegan
Makna atau filosofi 

Banten gebogan juga terlihat dari bentuknya yang menjulang seperti gunung, makin keatas makin mengerucut (lancip), dan di atasnya juga diletakkan canang  dan sampiyan sebagai wujud persembahan dan bhakti kehadapan Tuhan sang pencipta alam semesta.Gebogan biasanya diusung(suun) oleh para ibu-ibu dan gadis-gadis Bali untuk dihaturkan ke pura saat upacara piodalan atau upacara dewa yadnya lainnya sebagai bentuk rasa syukur atas berkat yang telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Esa.Tinggi rendahnya Gebogan /Pajegan tergantung dari keiklasan dan kemampuan dari masing-masing individu membuat Gebogan, karena nilai dari sebuah Gebogan/Pajegan tidaklah diukur dari tinggi atau rendahnya akan tetapi dari keiklasan hati dalam menunjukkan rasa syukur.Dan selebihnya merupakan bentuk pengapresiasian seni.Sehingga harus dapat dipahami khususnya bagi umat Hindu, bahwa ketika ada upacara yadnya tidak dibenarkan adanya upaya kalau untuk berlomba-lomba membuat gebogan hanya untuk dipamerkan kepada orang lain apalagi sampai dipaksakan membeli buah dengan mencari utang dan akhirnya mengkambing hitamkan agama. Karena hal seperti itu akan mengurangi makna utama dari dibuatnya Gebongan dalam upacara yadnya yaitu  sebagai simbol persembahan dan rasa syukur kepada Tuhan atau Sang Hyang Widhi Wasa.


Bahan-bahan dan Cara Pembuatan GeboganBahan 

Gebogan dibuat dari berbagai aneka buah-buhan yang disusun di atas dulang. Kemudian, bahan-bahan ini ditusukkan di sebatang pohon pisang kecil supaya tidak jatuh dan disusun sesuai dengan kreatifitas pembuatnya. Yang terakhir, di atas buah-buahan diletakan bunga-bunga yang diatur  di atas anyaman janur yang telah dibentuk persegi empat yang disebut canang sari.
Gebogan sendiri sebelum dihaturkan akan diarak terlebih dahulu mengelilingi kawasan pura tempat dimana dilangsungkannya acara keagamaan itu. Acara ini disebut Mepe’ed. Dalam acara Mepe’ed para ibu-ibu akan berjalan beriring membentuk satu baris panjang dengan gebogan diatas kepala mereka. Acara ini bertujuan untuk menunjukakan kebesaran Tuhan yang telah melimpahkan begitu banyak berbagai makanan untuk kehidupan bagi umatnya.
Di beberapa desa di Bali masih mempertahankan tradisi saat adanya upacara keagamaan masing-masing keluarga diwajibkan untuk membuat satu buah gebogan dengan tinggi yang telah di tentukan. Hal ini bertujuan untuk memeriahkan acara keagamaan itu


Fungsi Gebogan

Gebogan dibuat sebagai bentuk wujud rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan limpahan makanan dan buah-buahan kepada umatnya. Sebagai simbol untuk menunjukkan rasa terima kasih ini maka dibuatlah gebogan ini. Gebogan ini bisa dibuat hingga mencapai tinggi 1,5 meter.



Demikian kupasan banten  gebongan maupun kajian filosofisnya, sehingga dengan pemahaman ini dapat menumbuhkan kesadaran, keyakinan, dan kemantapan umat Hindu dalam membuat dan menghaturkan Banten gebogan dan melaksanakan ajaran agama Hindu yang penuh dengan simbol-simbol, sehingga dapat mengikis dogma “Anak Mula Keto” di masa yang akan datang.Nah itulah tadi informasi dari saya,semoga bermaanfaatnya 👌🏼.jika ada yang mau bertanya silahkan komen di kolom komentar yaaa!!!
See you next blog guys🖐


















Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fungsi dan Makna Canang