Fungsi dan Makna Dapetan

sumber : https://scontent-sea1-1.cdninstagram.com/vp/4c4cbc9db80d68aec317bf0913c91567/5D5AEAE9/t51.2885-15/e35/42652404_306040986661610_7721562669806751513_n.jpg?_nc_ht=scontent-sea1-1.cdninstagram.com&ig_cache_key=MTkxMDYyOTgzMjE3NDEyMTU2Mg%3D%3D.2
Pengertian Dapetan
Dapetan berasal dari akar kata “dapet” mendapatkan akhiran
An, yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti yang didapatkan, ditemukan atau
dihasilkan.
Banten Dapetan sebagai lambang/nyasa dari Karma Wasana,
semua yang kita alami, yang kita temukan/dapatkan
dan kita hasilkan dalam kehidupan ini.
- Baik ataupun buruk.
- Suka maupun duka.
- Pintar ataupun bodoh.
- Kaya maupun miskin.
- Keberhasilan ataupun kegagalan.
Semua itu tiada lain juga disebabkan oleh Karma wasana kita
sendiri, yang harus kita terima pada kehidupan sekarang ini.
Hendaknya kita dapat mensyukurinya,
dengan mensyukuri dua dimensi kehidupan yang menimpa
kehidupan kita, sebagai hasil dari perbuatan kita, kita tidak akan terbebani
olehnya (Ida Pandita Mpu Jaya Wijayananda, 2004: 78).
Untuk mendapatkan suatu dapetan yang baik, hendaknya mulai
sekaranglah kita mempersembahkan Dapetan (Karma wasana) yang baik, agar dalam
kehidupan nanti kita dapat menikmati suatu kehidupan yang lebih baik.
Kehidupan kita yang sekarang sebagai refleksi dari hidup
yang terdahulu, dan sebagai dasar dari kehidupan yang akan datang, karena kita
yakin dan percaya dengan hukum Karmaphala.
Sekecil apapun perbuatan yang pernah kita lakukan, pasti
akan mendapatkan pahala yang setimpal, walaupun hanya dalam pikiran sekalipun.
Demikian diuraikan Banten Dapetan dalam upacara dan upakara
sebuah kajian filosofis khususnya untuk otonan,
untuk itu marilah kita berusaha untuk selalu bersyukur dan
dapat mempersembahkan Dapetan (aktivitas karma-karma yang baik, sehingga
nantinya kita dapat menuai hasil yang penuh dengan kebajikan-kebajikan.
Sedangkan Banten Dapetan ini dalam penggunaan upacara yadnya
di Bali juga dijelaskan sebagai berikut :
Untuk menyambut kelahiran jatakarma samskara, terdiri dari
nasi berbentuk tumpeng dengan rerasmen dan raka buah-buahan.
Penggunaan pada saat upacara menanam Ari-Ari dalam Energi
Spiritual Bali disebutkan bermakna sebagai penyapa kehadapan roh suci yang baru
reinkarnasi menjadi bayi.
Dapetan tumpeng 7 yang digunakan dalam Banten Pasupati yang
di tengah2nya diisi dengan cawan, isi base tampin, beras, benang tebus, pis
bolong 3, penyenyeng dll.
Pelinggih paibon yang dijadikan sebagai tempat suci untuk
memanggil roh leluhur yang sudah meninggal dunia namun belum disucikan
disebutkan digunakan sagi saji dapetan pengiring.
Demikian kupasan banten DAPETAN maupun kajian filosofisnya, sehingga dengan pemahaman ini dapat menumbuhkan kesadaran, keyakinan, dan kemantapan umat Hindu dalam membuat dan menghaturkan Banten DAPETAN dan melaksanakan ajaran agama Hindu yang penuh dengan simbol-simbol, sehingga dapat mengikis dogma “Anak Mula Keto” di masa yang akan datang. Nah itulah tadi informasi dari saya,semoga bermaanfaatnya 👌🏼.jika ada yang mau bertanya silahkan komen di kolom komentar yaaa!!!
See you next blog guys🖐
Komentar
Posting Komentar